Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Indonesian Writers Festival

Keindahan panorama Gunung Ijen dan kekayaan seni budaya Banyuwangi menjadi inspirasi bagi sejumlah penulis sehingga pada 21 – 22 September 2018 , di Ijen akan digelar festival penulis berskala nasional, yakni Indonesia Writers Festival (IWF).

Festival tersebut bakal diisi berbagai kegiatan, mulai coaching clinic penulisan hingga kompetisi menulis on the spot melalui aplikasi di ponsel pintar. Acara bertajuk Empowering Indonesia Trough Writing ini, bakal digelar selama dua hari di Jiwa Jawa Resort, Licin. Uni Lubis, penggagas IWF mengatakan, festival tersebut bertujuan memberdayakan dan mempromosikan nilai-nilai dan kebaikan Indonesia melalui kemampuan menulis.

“Kami ingin generasi milenial yang bergabung dalam komunitas menulis meningkat kualitasnya dalam menulis. Seperti, kami harap mereka makin peka dalam menangkap hal-hal yang menarik di sekitar mereka, yang dekat dengan kehidupan milenial,” kata Uni dalam rilis yang diterima TEMPO, Jumat, 7 September 2018. Uni mengatakan IWF akan dihadiri ratusan para penulis dari berbagai kota. Mereka bakal mengabarkan tentang kabar baik di Indonesia yang dimulai dari Banyuwangi melalui tulisan.

“Kami pilih Ijen, harapannya bisa memicu mereka untuk menulis beraneka tema, mulai traveling, wisata, budaya, olah raga, dan lain-lain, serta menyampaikan kepada publik dengan cara yang lebih berkualitas,” ucap Uni. Narasumber yang dipilih diantaranya jurnalis sekaligus founder Narasi Channel Najwa Shihab, jurnalis Uni Lubis, serta novelis Fira Basuki, hingga Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan lain-lain.

“Penulis juga kami minta untuk menulis tentang pemikiran-pemikiran para pembicara dari berbagai latar belakang yang kami hadirkan. Akan menambah ragam tulisan mereka,” papar Uni. Najwa Shihab, kata Uni, akan mengisi coaching clinic. Najwa akan berbagi pengalaman sebagai penulis dan penulis buku. Bukan itu saja, Najwa Shihab bakal melakukan syuting catatan Najwa di Bumi Blambangan.

Indonesia Writers Festival di Ijen Banyuwangi juga akan diwarnai kompetisi menulis on the spot melalui aplikasi di mobile phone. Di hari itu, lanjut dia, juga akan diluncurkan mobile-only writing apps, yang merupakan aplikasi untuk menulis pertama di dunia. “Sekaligus ini akan menjadi apps kompetisi menulis dengan mobile phone yang pertama di Indonesia bahkan mungkin di dunia karena belum pernah ada sebelumnya,” cetusnya.

Facebook Comments