Jangan Diabaikan! 5 Tanda di Tubuh yang Berbahaya

Tentu terkadang kita sangat panik ketika mendapati tanda tanda yang tidak biasa ditubuh. namun setelah mencari tahu di internet, dan kebetulan tanda tersebut disebut tidak berbahaya bagi kesehatan, maka perasaan kita pun menjadi lagi. Tetapi tetaplah mesti berwaspada, terkadang hal hal yang di anggap remeh dapat menjadi masalah besar ketika tidak di tangani sesegera mungkin. apalagi terdapat tanda tanda yang tidak biasa itu terjadi hingga berkali kali.

Dilansir dari Bustle.com pada Senin(5/2/2018), sebuah laporan studi ilmiah di bidang Kesehatan publik pada sekolah kedokteran Harvard pernah menulis bahwa hampir 72% responden di Amerika serikat Cenderung mengabaikan gejala gejala anomali kecil pada tubuhnya. Ketika Tubuh mengalami tanda tanda yang tidak biasanya dan kemudian hilang beberapa waktu kemudian, oleh karena itu banyak dari kita berpikir untuk mengabaikan ketika tanda tersebut muncul kembali.

Walaupun itu ruam di kulit, sakit perut ringan atau kelelahan sementara, sebaiknya segera memeriksakan diri pada dokter jika hal tersebut terjadi berkali kali. Namun, jangan buru-buru berpikir buruk jika tanda-tanda anomali tersebut muncul berulang kali. Bisa jadi hal itu memang anomali biasa, dan dapat disembuhkan. Kalaupun mengarah pada gejala yang lebih serius, setidaknya Anda telah melakukan pemeriksaan dan pencegahan dini terhadapnya.

Adapun lima tanda anomali pada tubuh yang bisa jadi berbahaya bagi kesehatan, dan pantas untuk di periksakan ke dokter.

1. Kelelahan

Kelelahan kronis dapat menjadi tanda penyakit tiroid, sebuah ketidakseimbangan nutrisi atau akibat asupan makanan yang tidak cocok. jika anda terbiasa mengatasi kelelahan dengan menikmati secangkir kopi ataupun teh, maka kini mencobalah unuk tidur sesaat di suasana yang rileks seperti dalam kondisi temaram misalnya. dan apabila hal tersebut tidak berhasil maka ada baiknya segera periksakan diri anda kedokter.

2. Buku jari Membiru

Jika muncul ruam di buku jari dan kemudian membiru, itu bukan tanda bengkak melainkan tanda gejala dermatomyositis. dermatomyositis merupakan sebuah gejala peradangan yang terjadi pada jaringan tisu sehingga membuat kinerja kolagen pada kulit terganggu.

3. Pegal Pasca-Latihan Kebugaran

Istilah ‘no pain, no gain’ kerap dijadikan alasan untuk menutupi rasa lelah pasca-latihan kebugaran. Untuk awal-awal latihan, hal itu bisa dimaklumi. Namun, jika hal itu terus berlanjut, bisa jadi ada masalah pada otot, tulang, atau sendi tubuh.

Sebaiknya, segera periksakan hal ini ke dokter spesialis rematologi, yakni dokter yang berkonsentrasi pada diagnosis dan terapi penyakit rematik. Bisa jadi masalahnya ada pada pola latihan yang salah, atau latihan yang kurang cocok dengan fisiologi tubuh.

4. Perut Melilit

Perut melilit atau ‘mules’ sering dianggap sebagai tanda anomali yang tidak berbahaya. Biasanya obat pencahar dijadikan alat utama untuk meredakannya.

Namun, jika hal itu terjadi berkali-kali, bisa jadi ada masalah serius pada usus. Ini bisa menjadi tanda terjadinya konstipasi idiopatik kronis (CIC) atau sindrom iritasi usus, yang jika tidak segera diatasi, akan berisiko sebabkan penyakit usus buntu.

5. Sakit kepala tidak berkesudahan

Sakit kepala dapat muncul sesaat, atau dalam jangka waktu lama. Munculnya pun bisa secara tiba-tiba, atau perlahan-lahan.

Ditilik dari penyebabnya, sakit kepala terbagi menjadi dua jenis, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder.

Sakit kepala primer disebabkan oleh gangguan pada struktur kepala yang sensitive terhadap rasa sakit. Sedangkan sakit kepala sekunder disebabkan oleh aktifnya saraf rasa sakit di kepala, yang disebabkan oleh berbagai penyakit.

Jika mengalami sakit kepala yang sangat menganggu, maka sebagiknya segera periksakan ke dokter spesialis saraf. Biasanya oleh dokter, akan dilakukan pemeriksaan melalui tes darah, tes urine, pemindaian kepala, dan rekam otak.

Facebook Comments