Jutaan Penduduk Rakyat Indonesia Mengkutuk KPAI & Kak Seto

TebakQQ – Keputusan PB Djarum menghentikan Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis membuat heboh dunia olahraga Indonesia dan turut mengundang komentar dari banyak kalangan masyarakat. PB Djarum telah memastikan bahwa tahun 2019 adalah tahun terakhir diadakannya kompteisi Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis sejak pertama kali digelar pada tahun 2006.

Yoppy Rosimin, Direktur Program Bakti Olahraga Djarum Foundation, menyebutkan kabar tersebut benar, Keputusan itu diambil menyusul tuntutan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) soal adanya unsur eksploitasi kepada anak- anak untuk mempromosikan Djarum sebagai produk rokok.

Tidak di pungkiri keputusan PB Djarum itu pun turut mengundang keprihatinan dan perhatian banyak maysarakat, tak terkecuali Seto Mulyadi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak. Seto Mulyadi bahkan menyebut jika sikap dan keputusan yang diambil pihak PB Djarum seperti bocah atau anak kecil yang sedang “ngambek”.

“Saya melihat keputusan ini kok kayak anak kecil yang sedang ngambek,” sebut Seto Mulyadi, dilansir TebakQQ.com dari Kompas.com.

Di lihat lebih jauh lagi, laki-laki yang lebih banyak disapa Kak Seto itu juga menilai jika apa yang dilakukan oleh pihak KPAI sudah sangat jelas dan benar. Bagi kak Setor, KPAI hanya menunjukkan Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 yang menyebutkan bahwasannya rokok merupakan zat adiktif yang berbahaya.

Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty angkat suara dan melawan para Netizen yang berusaha membubarkan KPAI di akun medsos Twitter. “”yang di minta KPAI hanya menurunkan Brand Image, logo-logo seperti itu. Ketika di turunkan, berarti PB Jarum sudah mematuhi peraturan KPAI.

Para netizen mengutuk dan mencibir kak Seto dan Sitti Hikmawatty, atas mulut, otaknya dan hatinya yang tidak berfungsi dengan baik atas dukungannya terhadap KPAI. SURAT YANG DI TERBITKAN BERBEDA DENGAN APA YANG DI KELUARKAN DARI MULUT KOMISIONER KPAI SITTI HIKMAWATTY.

“”Lho.. kok pihak Djarum yang dibilang ngambek, wong Djarum mau-mau aja kok ikutin seluruh persyaratan KPAI, dan bukannya sudah terbukti ada surat KPAI yang memerintahkan pemberhentian audisi untuk para anak-anak? ikut aturan kok dibilang kayak anak kecil yang ngambek””

“”kak Seto mungkin perlu di sekolahkan kembali, katanya sayang anak tapi nih kok beda…kepalanya mungkin perlu di sentil…biar otaknya padat kembali…””

“”Selamat tinggal bibit Indonesia yang berprestasi…Majulah terus KPAI (Komisi Pemberantasan Anak Indonesia)…””

Padahal jika kita perhatikan kembali jika bukan binaan dari PB Jarum, apakah Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan, Tontowi Ahmad, Alan Budi Kusuma, Liem Swie King dan para atlet lainnya bisa mengharumkan nama Indonesia di seluruh dunia.

Facebook Comments