Kabar Terbaru Kasus Dugaan Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Kabar Terbaru Kasus Dugaan Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Kabar Terbaru Kasus Dugaan Korupsi PT Dirgantara Indonesia. Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi( KPK) kembali mendalami permasalahan dugaan korupsi penjualan serta pemasaran di PT Dirgantara Indonesia tahun anggaran 2007- 2017. daftar poker

Pada permasalahan tersebut, KPK tadinya telah menetapkan 2 terdakwa, ialah mantan Direktur Utama PT DI Budi Santoso serta mantan Kepala Divisi Penjualan PT DI Irzal Rinaldi Zailani yang dikala ini dalam proses sidang di Majelis hukum Tindak Pidana Korupsi( Tipikor) Bandung. saranacash

Serta buat mendalami permasalahan tersebut, regu penyidik KPK menjadwalkan mengecek 6 saksi. Mereka merupakan pejabat serta mantan pejabat di PT Dirgantara Indonesia( PT DI). Daftar SBOBET

Dari 6 saksi, 2 di antara lain merupakan mantan Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia( DI) 2008- 2011 Subandrio serta mantan Komisaris Utama PT DI 2013- 2015 Ida Bagus Putu Dunia.

” Mereka seluruh hendak ditilik bagaikan saksi buat terdakwa BS( Budiman Saleh). Pengecekan dicoba di Polrestabes Bandung,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jakarta, Senin, 14 Desember 2020.

Berikut deretan perihal terpaut pertumbuhan permasalahan dugaan korupsi PT Dirgantara Indonesia( PT DI) dari KPK

Kronologi Kasus

Permasalahan korupsi ini bermula kala dini 2008, dikala Budi Santoso serta Irzal Rinaldi Zailani bersama- sama dengan Budi Wuraskito selaku Direktur Aircraft Integration, Budiman Saleh selaku Direktur Aerostructure, dan Arie Wibowo selaku Kepala Divisi Pemasaran serta Penjualan menggelar rapat menimpa kebutuhan dana PT Dirgantara Indonesia buat memperoleh pekerjaan di departemen yang lain.

Di rapat tersebut pula dibahas menimpa bayaran entertaintment serta duit rapat- rapat yang nilainya tidak bisa dipertanggungjawabkan lewat bagian keuangan.

Setelah itu, Budi Santoso memusatkan supaya senantiasa membuat kontrak kerjasama mitra ataupun keagenan bagaikan fasilitas buat penuhi kebutuhan dana tersebut.

Tetapi saat sebelum dilaksanakan, Budi memohon supaya memberi tahu terlebih dulu rencana tersebut kepada pemegang saham ialah Departemen BUMN.

Sehabis mengadakan beberapa pertemuan, disepakati lah kelanjutan dari program kerjasama mitra ataupun keagenan dengan mekanisme penunjukkan langsung.

Tidak hanya itu, dalam penataan anggaran pada rencana kerja serta anggaran industri( RKAP) PT Dirgantara Indonesia, pembiayaan kerja sama tersebut dititipkan dalam sandi- sandi anggaran pada aktivitas penjualan serta pemasaran.

Berikutnya, Budi Santoso memerintahkan Irzal Rinaldi Zailani serta Arie Wibowo buat mempersiapkan administrasi serta koordinasi proses kerjasama mitra ataupun keagenan. Irzal juga menghubungi Didi Laksamana buat mempersiapkan industri yang hendak dijadikan mitra ataupun agen.

Setelah itu, mulai Juni 2008 sampai 2018, terbuat kontrak kemitraan ataupun agen antara PT Dirgantara Indonesia yang ditandatangani oleh Direktur Aircraft Integration dengan Direktur PT Angkasa Mitra Karya, PT Bumiloka Tegar Perkasa, PT Abadi Sentosa Perkasa, PT Niaga Putra Bangsa, serta PT Selaras Bangun Usaha.

Atas kontrak kerja sama tersebut, segala mitra ataupun agen tidak sempat melakukan pekerjaan bersumber pada kewajiban yang tertera dalam pesan perjanjian kerjasama.

PT Dirgantara Indonesia baru mulai membayar nilai kontrak tersebut kepada industri mitra ataupun agen pada 2011 ataupun sehabis menerima pembayaran dari pihak pemberi pekerjaan.

Sepanjang 2011 hingga 2018, jumlah pembayaran yang sudah dicoba oleh PT Dirgantara Indonesia kepada 6 industri mitra ataupun agen tersebut dekat Rp 202, 2 miliyar serta USD 8, 65 juta, ataupun sekira Rp 315 Meter dengan kurs Rp 14. 600 per 1 USD.

Sehabis keenam industri menerima pembayaran, ada permintaan beberapa duit baik lewat transfer ataupun tunai dekat Rp 96 miliyar yang setelah itu diterima oleh pejabat di PT Dirgantara Indonesia( persero). Di antara lain Budi, Irzal, Arie Wibowo, serta Budiman Saleh.

Dalam permasalahan itu, KPK sudah menetapkan 2 terdakwa, ialah mantan Direktur Utama PT DI Budi Santoso serta mantan Kepala Divisi Penjualan PT DI Irzal Rinaldi Zailani yang dikala ini dalam proses sidang di Majelis hukum Tindak Pidana Korupsi( Tipikor) Bandung.

Buat permasalahan korupsi di PT DI tersebut, diprediksi kerugian negeri dekat Rp 202 miliyar serta 8, 6 juta dolar AS. Sebaliknya Budiman diprediksi menerima aliran dana Rp686. 185. 000.

Tidak hanya itu dalam permasalahan tersebut, KPK pula sudah menyita duit dan properti dengan nilai dekat Rp 40 miliyar.

Setelah itu pada Kamis, 22 Oktober 2020 kemudian, KPK sudah mengumumkan Budiman bagaikan terdakwa baru dalam pengembangan permasalahan di PT DI.

Budiman diprediksi melanggar Pasal 2 ataupun Pasal 3 Undang- Undang No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana sudah diganti dengan Undang- Undang No 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat( 1) Ke- 1 KUHP.

Dalam permasalahan itu, KPK pula melaksanakan penyidikan buat 3 orang yang lain, ialah Kepala Divisi Pemasaran serta Penjualan PT DI tahun 2007- 2014 serta terakhir berprofesi Direktur Penciptaan PT DI tahun 2014- 2019 Arie Wibowo( AW), Dirut PT Abadi Sentosa Perkasa Didi Laksamana( DL), serta Dirut PT Selaras Bangun Usaha Ferry Santosa Subrata( FSS).

Hendak Panggil 6 Saksi

Dikenal, buat mendalami perihal tersebut, regu penyidik KPK menjadwalkan mengecek 6 saksi. Mereka merupakan pejabat serta mantan pejabat di PT Dirgantara Indonesia( PT DI).

Keenam yang terpanggil ialah Plt Kepala Kementerian Kontrak Unit Sekretaris PT DI Dinah Andriani, Manajer Penjualan PT DI Heri Muhammad Taufik Hidayat, Pensiunan PT DI Djajang Tardjuki, serta GM SU ACS tahun 2017 PT DI Teten Irawan,

Setelah itu Pensiunan PT DI( jabatan terakhir GM SU ACS) Meter Fikri dan Kadiv Produk, Jasa serta Purna Jual PT DI Toto Pratondo.

” Mereka seluruh hendak ditilik bagaikan saksi buat terdakwa BS( Budiman Saleh). Pengecekan dicoba di Polrestabes Bandung,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jakarta, Senin, 14 Desember 2020.

5 Saksi Ditilik di Polrestabes Bandung

KPK memanggil mantan Komisaris Utama PT Dirgantara Indonesia( DI) 2008- 2011 Subandrio serta mantan Komisaris Utama PT DI 2013- 2015 Ida Bagus Putu Dunia dalam penyidikan permasalahan korupsi aktivitas penjualan serta pemasaran di PT DI Tahun 2007- 2017.

Keduanya terpanggil bagaikan saksi buat terdakwa mantan Direktur Utama( Dirut) PT PAL Indonesia ataupun Direktur Aerostructure PT DI 2007- 2010, Direktur Aircraft Integration PT DI 2010- 2012, serta Direktur Niaga serta Restrukturisasi PT DI 2012- 2017 Budiman Saleh( BS).

” Keduanya diagendakan ditilik bagaikan saksi buat terdakwa BS,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dikala dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 15 Desember 2020.

Tidak hanya itu, KPK pula memanggil 3 saksi yang lain pula buat terdakwa BS. Ketiganya ialah Kadiv Pembendaharaan PT DI Dedy Iriandy, mantan Komisaris PT DI 2012- 2013 Binsar H Simanjuntak, serta mantan Komisaris PT DI 2013- 2014 Slamet Senoadji.

Pengecekan terhadap 5 saksi itu diselenggarakan di Gedung Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.

Kabar Terbaru Kasus Dugaan Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Facebook Comments